01. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
02. Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya
03. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
04. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.
05. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
06. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.
07. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.
Jumat, 02 Juli 2010
Bersyukurlah

Syujur.jpgAda seorang pria mendatangi gurunya dan berkata, “Guru, bantulah aku! Rumahku adalah neraka! Kami tinggal dalam satu ruangan yaitu istriku, anak2ku, menantu2ku, dan aku sendiri. Sungguh seperti neraka! Tidak ada lagi cukup ruang untuk kami semua”.
“Baiklah, aku akan membantu, tapi kau harus berjanji untuk melakukan apapun yang aku minta.” Jawab si guru tersebut.
Pemuda itu menjawab, “Baik, saya berjanji untuk melakukan apa yang guru minta”.
“ada berapa banyak hewan peliharaan yang kau miliki”, tanya si guru.
Jawab pemuda tersebut, “seekor lembu, seekor kambing dan seekor ayam”.
Kata guru tersebut, “sekarang, taruhlah semua hewan peliharaanmu itu dikamarmu dan datanglah seminggu lagi kesini”.
Pemuda itupun melakukan semua perintah guru tersebut. Seminggu kemudian ia datang lagi dan berkata, “aku menjadi gila! aku bisa kena stroke. Engkau harus melakukan sesuatu…”
“pulanglah dan keluarkan semua binatang itu dan seminggu setelah itu datanglah kembali” jawab guru.
Seminggu kemudian ia datang kembali.”guru, rumahku sungguh indah dan bersih sekarang. Seperti surga rasanya!”
merangkak, berjalan, berlaku………terbang dan kembali pada kesejatian
By ABULYATIEM
Pakaian Kebahagiaan

Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya.
Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.
Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”
“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. “Dan aku tidak mau kau kembali tanpa pakaian itu. Atau, kepalamu akan kupenggal !!
Mendengar titah sang Raja, prajurit itupun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.
Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.
“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang raja tampak memuncak.
Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.
Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?
Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”
***
Teman, bisa jadi, memang tak ada pakaian yang bernama kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan, seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir, dalam bentuk-bentuk yang sederhana, dan dalam wujud-wujud yang bersahaja.
Seringkali memang, kebahagiaan tak di temukan dalam gemerlap harta dan permata. Seringkali memang, kebahagiaan, tak hadir dalam indahnya istana-istana megah. Dan ya, kebahagiaan, seringkali memang tak selalu ada pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita, gemerlap lampu kristal yang kita miliki, dan indahnya jalinan sutra yang kita sandang.
Seringkali malah, kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. Seringkali rasa itu muncul pada rumah-rumah kecil yang orang-orang di dalamnya mau mensyukuri keberadaan rumah itu. Seringkali, kebahagiaan itu hadir, pada jalin-jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada Ilahi.
Sebab, teman, kebahagiaan itu memang adanya di hati, di dalam kalbu ini. Kebahagiaan, tak berada jauh dari kita, asalkan kita mau menjumpainya. Ya, asalkan kita mau mensyukuri apa yang kita punyai, dan apa yang kita miliki.
Adakah “pakaian-pakaian kebahagiaan” itu telah Anda sandang dalam hati? Temukan itu dalam diri.
Sumber : http://helmiefendi.co.cc/
Cinta, Kasih, dan Sayang
kasih-sayang.jpgKadang gwa mempertanyakan arti kata “CINTA”, “KASIH”, “SAYANG”, “CINTAKASIH”, “KASIHSAYANG”. Gwa juga pernah dengar ada yang mengatakan “Saya menyayangi dia tetapi tidak mencintainya” atau “Saya mencintai dan menyayangi kamu…” atau ” ..cintakasihku padamu kekal abadi selamanya…” atau “…kuberikan kasihsayangku seutuhnya padamu…”
Sebenarnya kelima kata itu (Cinta, Kasih, Sayang, CintaKasih, KasihSayang) artinya apa sih?
Tapi yang jelas gwa hanya percaya bahwa kelima kata itu baru benar-benar terlihat nyata dalam satu kata yang berarti juga satu tindakan yaitu PENGORBANAN.
Eeeiiittzzz…nanti dulu ….harus diingat PENGORBANAN yang tidak didasari oleh kelima kata di atas adalah pengorbanan konyol dan manfaatnya tidak dirasakan oleh yang menerima pengorbanan.
Jadi, kayaknya kelima kata itu dalam prakteknya ngga bisa dipisah-pisah ya…. SETUJU deh.. memang harus dilakukan serentak.
Tapi kalo ada Friend yang ngga setuju boleh kok, kita sharing pendapat.
Sebenarnya kelima kata itu (Cinta, Kasih, Sayang, CintaKasih, KasihSayang) artinya apa sih?
Tapi yang jelas gwa hanya percaya bahwa kelima kata itu baru benar-benar terlihat nyata dalam satu kata yang berarti juga satu tindakan yaitu PENGORBANAN.
Eeeiiittzzz…nanti dulu ….harus diingat PENGORBANAN yang tidak didasari oleh kelima kata di atas adalah pengorbanan konyol dan manfaatnya tidak dirasakan oleh yang menerima pengorbanan.
Jadi, kayaknya kelima kata itu dalam prakteknya ngga bisa dipisah-pisah ya…. SETUJU deh.. memang harus dilakukan serentak.
Tapi kalo ada Friend yang ngga setuju boleh kok, kita sharing pendapat.
Kamis, 01 Juli 2010
Kisah 4 Lilin

Ada 4 lilin yang menyala,
Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin Yang pertama berkata:
lilin-1.jpg“Aku adalah Damai
Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Lilin Yang kedua berkata:
lilin-1.jpg“ Aku adalah Iman
Sayang aku tak berguna lagi.
Manusia tak mau mengenalku,
Utnuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:
lilin-1.jpgAku adalah Cinta
Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.
Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.
Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“ Ekh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
lilin-1.jpg“Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
Akulah
HARAPAN”
4-lilin.jpgDengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….
…dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!!!
Latihan 6 (TIK)
JUMLAH 1 JUMLAH2 JUMLAH3 TOTAL
5000 3000 2000 10000
2000 1000 3000 6000
4000 3000 6000 13000
2000 2000 4000 8000
5000 3000 2000 10000
2000 1000 3000 6000
4000 3000 6000 13000
2000 2000 4000 8000
Latihan 5 (TIK)
Nama Nilai Nilai Hasil Ujian
Mahasiswa Teori Praktek
ANI 60 60 LULUS
Rudi 59 60 LULUS
Nia 60 55 LULUS
Yanti 100 90 LULUS
Titik 58 95 LULUS
Ahmad 55 50 GAGAL
Gita 40 100 GAGAL
Wiwik 50 55 GAGAL
Mahasiswa Teori Praktek
ANI 60 60 LULUS
Rudi 59 60 LULUS
Nia 60 55 LULUS
Yanti 100 90 LULUS
Titik 58 95 LULUS
Ahmad 55 50 GAGAL
Gita 40 100 GAGAL
Wiwik 50 55 GAGAL
Langganan:
Postingan (Atom)
